LOGIN ADMIN DINAS / OPERATOR
FOTO KEPALA DINAS

H. Jamaluddin Saleh S.Pd
NIP. 196807261997021004

Tutup Kata, Seru Mainnya
Ditulis oleh : Admin HS - Bidang :

15 Mei 2019 - 13:22:16 WIB

Oleh Rosdiana, Guru Kelas 3 SDN 017 Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara.

Biasanya anak kesulitan menulis kata baru. Saya punya trik agar anak bisa mengenali kata baru sekaligus bisa menuliskannya. Trik itu saya beri nama permainan Tutup Kata.

Saya selalu bersemangat memulai pembelajaran. Pagi itu saya buka kelas sambil menyapa anak-anak. Satu persatu saya cek kehadiran mereka. Anak-anak juga membalas salam saya dengan hangat.

Sebelum masuk ke materi, sebentar waktu saya pakai untuk mengulangi materi yang lalu. Setelah itu saya langsung masuk ke topik yang diajarkan.

Saya meminta siswa menyebut beberapa kata yang mereka kenal. Acak saja. Anak membalas instruksi saya dengan menyebut kata-kata yang lazim mereka ketahui. Umumnya kata-kata itu berhubungan buah-buahan dan peralatan rumah tangga. Tidak apa yang penting anak berani berpendapat dulu.

Nah. Setelah bisa menyebutkan kata-kata yang mereka kenal, saya membagi mereka menjadi berpasangan. Saya pastikan setiap anak mendapatkan satu orang teman. Kalau mereka tidak punya pasangan, maka permainan ‘tutup kata’, akan sulit dilakukan.

Selesai membagi pasangan siswa, saya mulai menyusun potongan kata di atas lantai. Saya menyusunnya secara sitematik. Setiap baris merupakan satu rumpun kata. Misalnya kata yang merujuk warna-warni, satu letakkan satu baris. Kata-kata yang merujuk hewan, satu baris. Begitu sampai selesai. Ada 20 kata yang saya susun.

Setelah kata tersusun di lantai, saatnya kita bermain. Begini instruksinya. Setiap pasangan harus memilih satu orang sebagai pelompat dan satu orang sebagi penghitung. Guru akan menuliskan hasil akhir.

Mereka harus memilih lima kata dari 20 kata yang ada di lantai. Pelompat akan melompat ke arah kata yang dibacakan. Jika benar diberi tanda bintang, jika salah diberi warna merah. Tukang hitung akan menghitung berapa kata yang benar. Permainan ini mereka lakukan bergantian, sampai semua anak mendapatkan kesempatan yang sama.

Baiklah. Kita mulai permainannya.

“Merah, ikan, telinga, topi dan pisang,” seru seorang anak.

Pasangannya langsung bereaksi. Ia melompat dan mendaratkan kakinya ke arah kata-kata itu. Hebat sekali anak-anak ini, lima kata bisa mereka kerjakan dengan benar.

Sekarang gantian, pelompat membacakan kata yang lain. Sedangkan si penghitung bersiap melompat.

“kuning, tikus, hidung, pensil, dan mangga.”

Lompat! Gelak tawa anak pecah. Setiap pasangan tidak mau kalah.

Sempurna. Semua anak berhasil melakukan tugas dengan baik.

Kini kami lanjut kepada tugas individu. Anak-anak kembali ke meja dan duduk di bangku masing-masing. Tugas mereka mengingat kembali lima kata yang tadi mereka lompati. Lima kata itu harus mereka tulis ulang di secarik kertas.

Tidak semua anak cepat menulis. Siswa yang lancar membaca, biasanya lebih cepat menulis. Sedangkan siswa yang lambat, butuh waktu yang lebih lama. Tidak mengapa, yang penting mereka berusaha. Saya mendampingi mereka satu persatu. Memastikan anak mengerti dan bisa mengerjakan instruksi yang saya minta.

Setelah mereka selesai menulis lima kata, saya minta mereka membacakannya di depan kelas. Satu persatu anak maju ke depan kelas. Setiap anak yang selesai membaca, kami beri tepuk tangan. Saya mendorong siswa untuk tetap berani membacakan tulisannya, walau mereka belum begitu lancar membaca. Saya kasih mereka semangat terus belajar.

Akhirnya kami tutup pembelajaran hari itu dengan hari gembira. Besok kita belajar lagi ya!

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut operator Simda-BMD tentang Simda Onlinenya
Sangat Bagus
Bagus
Sangat memudahkan pengentrian

HASIL POLLING
PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA DINAS TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 127477 kali